7 Pasien ODGJ di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi di Bogor Ikut Memilih

7 Pasien ODGJ di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi di Bogor Ikut Memilih
WESTERNBLOG.XYZ - Tujuh orang penderita gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 2019. Mereka memberikan suara mereka di pusat rehabilitasi rumah sakit.

Tujuh dari pasien ODGJ ini menggunakan formulir A5 atau formulir yang dipindahkan untuk memilih atau memindahkan TPS. Sebab, pasien jiwa berdomisili di luar kota Bogor.

Mereka memberikan suara di tempat pemungutan suara tambahan yang termasuk dalam TPS 01, Desa Menteng, Kabupaten Bogor Barat, Kota Bogor.

satu per satu ODGJ yang masih dirawat di RSMM memasuki ruang pemungutan suara yang disediakan oleh rumah sakit. Mereka memberikan suara disertai oleh petugas KPPS dan perawat rumah sakit. Kadang-kadang, petugas KPPS membantu dan memandu prosedur pemilihan untuk pasien ODGJ.

Meski begitu, pemungutan suara di rumah sakit jiwa ini berjalan lancar. Tidak ada pasien yang mengamuk ketika memberikan suara untuk pemilihan.

"Alhamdulillah dengan lancar. Tidak ada kendala, karena semua pasien yang berpartisipasi dalam uji coba telah meningkatkan kondisi psikis mereka. Semua menggunakan formulir A5, karena kebanyakan dari mereka tidak tinggal di Bogor," jelas Kepala KPPS 01 Menteng, Syarief saat ditemui di RSMM Bogor, Rabu (17/4/2019).

"Jadi mereka hanya memilih capres dan cawapres," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Rumah Sakit MArzoeki Mahdi, Dr. Lahargo Kembaren mengatakan, dari lebih dari 100 pasien ODGJ, hanya tujuh orang yang memilih di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Selain pasien ODGJ, kata Dr. Lahargo, ada 13 pasien yang dirawat di instalasi obat yang berpartisipasi dalam menyalurkan hak suara mereka di RSMM Bogor.

"Sisanya dibawa pulang oleh keluarga mereka untuk memberikan suara di tempat tinggal mereka," katanya.

Menurutnya, ODGJ yang memiliki hak untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan ini adalah pasien yang telah menerima rekomendasi dari rumah sakit.

"Semuanya berjalan lancar, mereka tahu apa yang mereka pilih. Itu berarti bahwa diagnosis gangguan kejiwaan tidak menunjukkan ketidakcocokan dalam memilih, itu adalah bagian dari proses rehabilitasi psikososial untuk pasien, ODGJ dalam proses pemulihan mereka, mereka memiliki harga diri memiliki kepercayaan diri, itu akan berperan penting dalam proses penyembuhan, "kata Dr. Lahargo.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlalu Dekat Dengan Pasar, 15 Minimarket Modern Di Malang Akan Di Tutup Oleh Pemkot Malang

Cara Menghindari Konten Salinan dengan Baik dan Benar

112 TPS di Riau akan melakukan pengulangan Coblosan dan Lanjutan