Di Bogor, 2 Ketua KPPS Meninggal dan 4 Pingsan karena Keletihan
WESTERNBLOG.XYZ - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jawa Barat (KPU) Jawa Barat berduka atas kematian dua Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang diduga karena kelelahan. Selain itu, empat pimpinan KPPS lainnya pingsan.
"Memang, banyak petugas lalai dalam kondisinya sendiri. Menghitung dari pagi hingga malam. Belum lagi penulisan berita acara harus detail dan teliti," kata Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Heri Setiawan.
Menurutnya, selain faktor kelelahan, cuaca yang tidak stabil juga mengganggu sistem kekebalan tubuh petugas KPPS di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, mereka dipastikan sehat oleh KPU.
"Cuacanya juga tidak bagus. Mungkin ada KPPS yang sakit sebelumnya, tetapi mereka masih bertugas pada D-Day," katanya.
Heri memastikan bahwa semua KPPS dan Komite Pemilihan Kecamatan (PPK) terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dipasang. Menurutnya, banyak petugas pingsan dan beberapa meninggal bukan karena riwayat penyakit bawaan.
"Sebelum dia menjadi bimtek, dia memeriksa kesehatannya. Jadi tidak ada penyakit bawaan. Karena dia sangat lelah," kata Heri.
Ia mengatakan, dua orang yang tewas adalah Ketua KPPS di Desa Pabuaran Bojonggede, Rusdiono (60) yang meninggal Kamis (19/4) malam. Satu lagi, Ketua KPPS di Desa Sukaharja Cijeruk, Jaenal (56) meninggal Rabu (17/4) malam.
Sementara itu, empat lainnya yang jatuh sakit hingga pingsan adalah Ketua KPPS di Desa Karyamekar, Ketua KPPS di Desa Cariu, Ketua KPPS Cibatok dan Ketua Komite Pemilihan Daerah (PPK) Megamendung.
"Masih ada data sementara. Kami terus mencatat agar petugas KPPS yang sakit mendapatkan fasilitas optimal," pungkasnya.
Sumber
"Memang, banyak petugas lalai dalam kondisinya sendiri. Menghitung dari pagi hingga malam. Belum lagi penulisan berita acara harus detail dan teliti," kata Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Heri Setiawan.
Menurutnya, selain faktor kelelahan, cuaca yang tidak stabil juga mengganggu sistem kekebalan tubuh petugas KPPS di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, mereka dipastikan sehat oleh KPU.
"Cuacanya juga tidak bagus. Mungkin ada KPPS yang sakit sebelumnya, tetapi mereka masih bertugas pada D-Day," katanya.
Heri memastikan bahwa semua KPPS dan Komite Pemilihan Kecamatan (PPK) terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dipasang. Menurutnya, banyak petugas pingsan dan beberapa meninggal bukan karena riwayat penyakit bawaan.
"Sebelum dia menjadi bimtek, dia memeriksa kesehatannya. Jadi tidak ada penyakit bawaan. Karena dia sangat lelah," kata Heri.
Ia mengatakan, dua orang yang tewas adalah Ketua KPPS di Desa Pabuaran Bojonggede, Rusdiono (60) yang meninggal Kamis (19/4) malam. Satu lagi, Ketua KPPS di Desa Sukaharja Cijeruk, Jaenal (56) meninggal Rabu (17/4) malam.
Sementara itu, empat lainnya yang jatuh sakit hingga pingsan adalah Ketua KPPS di Desa Karyamekar, Ketua KPPS di Desa Cariu, Ketua KPPS Cibatok dan Ketua Komite Pemilihan Daerah (PPK) Megamendung.
"Masih ada data sementara. Kami terus mencatat agar petugas KPPS yang sakit mendapatkan fasilitas optimal," pungkasnya.
Sumber

Komentar
Posting Komentar