Kisah Asmara Budi Hartanto Dengan Dua Pria Yang Membunuh Dan Memutilasinya

Sumber Facebook
WESTERNBLOG.XYZ - Seperti yang diduga sebelumnya motif percintaan memicu pembunuhan Budi Hartanto (28), guru kehormatan Kota Kediri oleh AP alias AS (34) dan AJ.

"Kami sudah menduga sejak awal pelaku sudah sangat mengenal korban. Keduanya diduga memiliki hubungan khusus dengan korban.

"Karena itu kita membaca bahwa ada hubungan cinta antara hubungan dan korban," kata Kepala Humas Polda Jatim, Pol. Kawan Frans Barung Mangera, Jumat (12/4/2019). Sayangnya, Barung enggan mengungkap romansa. Seperti, lanjut Barung, adalah teman dekat dalam sebuah komunitas. "Bahkan (korban dan 2 protes) telah memiliki hubungan khusus dengan oposisi terhadap komunitas tertentu," Barung menjelaskan. Namun dia bocor jika korban sering berganti pasangan.

"Kedua tersangka ini mempunyai sifat agak melambai," katanya. Barung menjelaskan kronologi awal pembunuhan dan mutilasi Budi. Budi ternyata di habisi/di mutilasi di sebuah kedai kopi di Jalan Surya, Kediri.

Juga di kedai kopi, tubuh guru kehormatan Budi Hartanto dipotong atau dimutilasi dan kemudian dimasukkan ke dalam koper dan dibuang ke tepi sungai di bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar pada Rabu (3/4/2019). "Proses pembunuhan dilakukan di luar kota Blitar dan lokasi tepatnya berada di sebuah kedai kopi," katanya kepada awak media, Jumat (12/4/2019). Warkop, kata Barung, sebelumnya telah dipesan oleh pemain AP, beberapa hari sebelumnya. "Kedai kopi itu disewa oleh AP yang kami tangkap di Jakarta, beralamat di Jalan Surya, Kabupaten Kediri," katanya.

Hari ini AP yang ditangkap oleh Anggota Mabes Polri di Jakarta, akan diberangkatkan ke Kediri.
Sumber Facebook 
Ia mengatakan ingin mencoba mengelabui petugas dengan membuang mayat Budi di koper di pinggir sungai di bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar.

"Blitar itu ternyata lokasi penggantian jasad saja," kata Barung. Namun, proses pembunuhan dan mutilasi jasad korban, diungkapkan Barung, dilakukan di Kabupaten Kediri.

"Dan lokasi pembunuhan memang terjadi di Kabupaten Kediri," lanjutnya. Pemilihan lokasi pengurangan korban tersebut, lanjut Barung, terpilih sebagai pengganti untuk mengelabui petugas kepolisian. "Dia sengaja membuang di situ agar mengelabui petugas yang seharusnya menyidik ​​kasus ini," katanya. Saat ini kedua pelanggaran telah ditangkap oleh kepolisian di hari yang sama namun di lokasi yang berbeda, Kamis (11/4/2019). Mereka berinisial AP dan AJ, mewakili warga Kediri. AP ditangkap pada Kamis (11/4/2019) di Jakarta oleh Anggota Mabes Polri Jakarta.

Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, dalam hitungan jam AJ ditangkap pada pukul 20.00 WIB di Kediri.

AP diambil saat berada di dalam bus di Tol Dalam Kota Tegal Parang, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019) pukul 07.50 WIB.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Polda Jawa Timur terkait dengan ciri-ciri perlindungan itu. Saat itu, diharapkan menunggu di dalam bus menuju Jakarta. "Informasi dari Ditreskrimum Polda Jatim, tindakan mutilasi segera akan ke Jakarta dengan menggunakan bus. Kita lakukan penyekatan jalan tol termasuk di pintu masuk Cikarang utama," kata Yusuf saat membicarakan Kompas.com, Jumat. 

Setelah dilakukan penangkapan, polisi langsung membuat laporan ke SPKT Polda Metro Jaya dan melimpahkan kasus tersebut ke Polda Jatim. "Penangkapan dilakukan di tol dalam kota setelah orang dengan ciri-ciri yang sama dengan informasi ditemukan di dalam bus. Kemudian, dia dibawa ke SPKT untuk selanjutnya dilimpahkan ke Polda Jatim," ujar Yusuf. AS berasal dari Blitar. AS Dipilih sebagai warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Jarak rumah AS dengan lokasi penemuan jasad korban sekitar 1,5 kilometer. Informasinya, polisi sudah menggeledah rumah AS di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Polisi juga menyita dua sepeda motor dari rumah tua AS.

Dua sepeda motor yang disita polisi dari rumah AS, yaitu, Honda Scoopy dan Yamaha Mio. Honda Scoopy warna abu-abu hitam itu berhasil sepeda motor milik korban. Honda Scoopy itu belum ada pelat nomornya. Sedangkan Yamaha Mio yang disita warna merah hitam Nopol AG 3684 EV. Sampai sekarang, belum dimiliki Yamaha. Mio itu milik siapa. Dua sepeda motor yang dibawa ke Polres Blitar Kota. Sementara AJ sehari-hari berjualan nasi goreng di warungnya Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Pelaku diamankan polisi, Kamis (11/4/2019) malam di warungnya. 

Pelaku masih belum lama memulai usaha berjualan nasi goreng. Karena masih baru, warga juga belum mengenalnya sama sekali. "Dari datang orangnya berjualan nasi goreng. Dia tinggal," ungkap Sujirah, yang bersebelahan dengan warungnya. Tidak ada yang diketahui dari identitas yang dilindungi, namun warga yang mengajukan klaim merupakan warga asli Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. "Baru sekitar 10 hari buka nasi goreng di desa kami," katanya. 

Sementara pantauan SURYA.co.id, Jumat (12/4/2019), kondisi warung juga acak-acakan. Jualan nasi goreng hanya dilakukan pada malam hari. Warga mencantumkan penjual nasi goreng ini seperti kebanci-bancian dan melambai. Dihadiri rekan-rekannya juga banyak dari komunitas yang sama.

KEPALA KORBAN AKAN SEGERA DI MAKAMKAN

Kepala guru honorer korban mutilasi Budi Hartanto (28) rencananya akan langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jumat (12/4/2019). Saat ini pihak keluarga masih berada di kamar ruang otopsi RS Bhayangkara, Kota Kediri. Rencananya kepala korban yang kondisinya sudah rusak akan langsung dimakamkan. "Nanti kepala korban dari rumah sakit langsung dimakamkan di pemakaman Tamanan," ungkap Nasuka, paman korban di ruang otopsi RS Bhayangkara. Terkait pemakaman, kepala bakal dikubur di makam Budi Hartanto.

Namun yang digali pada posisi bagian kepala. Namun pemakaman kepala korban tidak akan disholatkan lagi. Rencananya Pak Modin hanya memanjatkan doa. Diberitakan sebelumnya, korban mutilasi Budi Hartanto dimakamkan tanpa bagian kepala. Kepala korban ditemukan 8 hari setelah penemuan mayatnya di dalam koper. Potongan kepala guru Budi Hartanto ditemukan di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Dalam foto-foto itu tampak dikumpulkan petugas Inafis Polda Jatim dan Polres Kediri menyisir Sungai Kras untuk menemukan potongan kepala itu, Jumat (12/4/2019). Bagaimana potongan kepala ini bisa diketahui di Sungai Kras? Ternyata, informasi tentang potongan kepala itu Diperoleh dari jawaban membantah. Tersangka membuang potongan kepala korban di Dam Sungai Bleber. Selanjutnya Gabungan petugas dari Polda Jatim dan Polres Kediri.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlalu Dekat Dengan Pasar, 15 Minimarket Modern Di Malang Akan Di Tutup Oleh Pemkot Malang

Cara Menghindari Konten Salinan dengan Baik dan Benar

112 TPS di Riau akan melakukan pengulangan Coblosan dan Lanjutan