Tersangka Penyerangan Petugas KPPS di Blitar Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi

Sumber foto dari forum Facebook

WESTERNBLOG.XYZ - Satreskrim Kepolisian Kota Blitar akhirnya menangkap Yuhan Amin (29) alias YA, melindungi serangan terhadap petugas KPPS, Lucky Setyabudi (29), di TPS 16 di Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Para pelaku menyerah kepada Kantor Polisi Kota Blitar, Kamis (18/4/2019).

"Pelaku datang pagi ini dengan diantar pulang," kata Kepala Kepolisian Kota Blitar, AKBP Adewira Negara Siregar.

Adewira mengatakan, kasus itu sebenarnya adalah penganiayaan yang biasa dipicu oleh kesalahpahaman antara kejahatan dan korban. Peristiwa penganiayaan juga terjadi di luar TPS.

Adewira juga memastikan bahwa tidak ada penikaman di acara penganiayaan. Korban hanya memperbaiki luka kecil di dagu akibat melepaskan senjata tajam seperti pedang yang dibawa karena pelanggaran.

"Tidak sampai ada penikaman. Pelaku dan korban dihadapkan dengan pedang pertikaian. Saat menyambar pedang dagu korban. Lukanya juga ringan, hanya goresan sekitar 3 cm," katanya.

Adewira menjelaskan, pemicu kejadian itu adalah karena kesalahpahaman. Pelaku kesal dengan korban ketika diminta untuk mencelupkan jarinya ke dalam tinta. Pelaku mempertimbangkan cara korban memintanya untuk mencelupkan jarinya ke dalam tinta yang kasar.

"Para pelaku mengakui bahwa mereka diteriaki oleh korban kompilasi dan menyuruhnya untuk mencelupkan jari-jari mereka ke dalam tinta. Setelah itu, mereka pulang dan kembali ke tempat pemungutan suara sambil membawa penajaman. Kemudian terjadi keributan di lokasi," Adewira kata.

Sebelumnya, proses pemungutan suara di TPS 16 di Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar mengalami keributan pada Rabu (17/4/2019). Seorang pemilih berhasil melukai petugas KPPS menggunakan senjata tajam di TPS.

Keributan dimulai ketika salah satu pemilih, YA, selesai membagikan hak pilihnya di TPS 16 di Desa Sukorejo. Setelah pemungutan suara, YES tidak ingin memasukkan jarinya ke dalam tinta. Saat itu, petugas KPPS memegang tinta, yaitu, Lucky Setyabudi.

Untungnya dia berhasil mengembalikan YA untuk menyelipkan jarinya dengan tinta. Melakukan cek mulut antara YA dan Lucky. YA, akhirnya saya ingin memasukkan jarinya ke dalam tinta. Setelah itu, YA pulang. Tak lama kemudian, YA kembali ke TPS dengan pisau.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlalu Dekat Dengan Pasar, 15 Minimarket Modern Di Malang Akan Di Tutup Oleh Pemkot Malang

Cara Menghindari Konten Salinan dengan Baik dan Benar

112 TPS di Riau akan melakukan pengulangan Coblosan dan Lanjutan