Tidak Ada Kampanye Terbuka Partai Politik Independen di Jakarta
WESTERNBLOG.XYZ - Menjelang akhir periode kampanye terbuka Pemilu 2019 pada hari Sabtu, 13 April 2019, tidak ada satu partai politik independen yang mengadakan kampanye terbuka di wilayah Jakarta. Padahal, Komisi Pemilihan Umum DKI telah memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan sosialisasi.
"Untuk parpol mandiri belum ada laporan. KPU telah memberikan ruang tetapi mereka belum menggunakannya," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Nurdin, kepada Okezone, Kamis (4/11/2019).
Nurdin mengatakan, semua partai politik yang berpartisipasi dalam Pemilu 2019 sekarang lebih suka mengadakan kampanye terbuka bersama dengan kandidat presiden yang diusung.
Salah satu contohnya adalah kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 7 April 2019 dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan diselenggarakan pada 13 April 2019.
"Biasanya, partai-partai ini berkoordinasi dengan calon presiden dan wakil presiden mereka dengan kampanye bersama," katanya.
Dia mengaku tidak tahu mengapa fenomena ini bisa terjadi di partai demokratis ini. Namun, dia menegaskan, telah memberi ruang, tetapi sayangnya mereka tidak menggunakannya.
"Coba tanyakan partai politik, karena KPU telah memberikan ruang," katanya.
Meski begitu, Nurdin yakin dia bisa mencapai target partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 sebesar 78%. KPU juga telah melakukan sosialisasi besar-besaran sehingga masyarakat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara nanti.
Menurutnya, kegiatan kampanye terbuka bukan satu-satunya cara untuk mengurangi golput. "Karena periode kampanye dengan metode tatap muka terbatas. Distribusi alat kampanye telah dilakukan selama tiga hari setelah dinyatakan sebagai kandidat," katanya.
Sumber
![]() |
| Photo From OkeNews |
Nurdin mengatakan, semua partai politik yang berpartisipasi dalam Pemilu 2019 sekarang lebih suka mengadakan kampanye terbuka bersama dengan kandidat presiden yang diusung.
Salah satu contohnya adalah kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 7 April 2019 dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan diselenggarakan pada 13 April 2019.
"Biasanya, partai-partai ini berkoordinasi dengan calon presiden dan wakil presiden mereka dengan kampanye bersama," katanya.
![]() |
| Photo From Oke News |
"Coba tanyakan partai politik, karena KPU telah memberikan ruang," katanya.
Meski begitu, Nurdin yakin dia bisa mencapai target partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 sebesar 78%. KPU juga telah melakukan sosialisasi besar-besaran sehingga masyarakat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara nanti.
Menurutnya, kegiatan kampanye terbuka bukan satu-satunya cara untuk mengurangi golput. "Karena periode kampanye dengan metode tatap muka terbatas. Distribusi alat kampanye telah dilakukan selama tiga hari setelah dinyatakan sebagai kandidat," katanya.
Sumber


Komentar
Posting Komentar