Ketahui Perbedaan Tahi Lalat Normal Dengan Kanker
WESTERNBLOG.XYZ - Kulit mempunyai sel penghasil zat warna (pigmen) yang disebut sel melanosit. Ketika sel-sel melanosit ini tumbuh berdekatan, tahi lalat terbentuk. Melanoma, salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan sekarang ditemukan, terjadi ketika sel-sel melanosit tumbuh tak terkendali. Pada tahap awal kemunculannya, melanoma bisa sulit dibedakan dari tahi lalat normal.
Ketahui Perbedaan antara Tahi Lalat Normal dan Kanker
Perbedaan Mole Normal dengan Melanoma
Meski terkadang terlihat mirip, tahi lalat normal dan kanker kulit melanoma memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan ini bisa dilihat dari:
1. Ukuran atau diameter
Tahi lalat normal biasanya berukuran kurang dari 5 milimeter. Jika ada tahi lalat yang lebih besar dari 6 milimeter, tahi lalat perlu diperhatikan.
2. Bentuk
Tahi lalat normal biasanya berbentuk oval atau bulat. Saat diamati, tahi lalat terlihat simetris. Pada kanker kulit, tahi lalat biasanya asimetris atau bentuknya tidak beraturan.
3. Batas dan permukaan
Tahi lalat yang normal biasanya memiliki tepi yang jelas dan permukaan yang halus. Sedangkan pada kanker kulit, biasanya mol yang terikat tidak jelas, tidak rapi, atau memudar ke kulit di sekitarnya. Permukaan kadang-kadang sedikit bersisik, kering, menebal, atau mengeras.
4. Warna
Tahi lalat yang normal biasanya berwarna coklat atau agak merah muda. Warna antara tahi lalat di tubuh seseorang biasanya seragam.
Jika seseorang memiliki tahi lalat dengan warna yang berbeda, mulai dari coklat muda, coklat tua, biru kehitaman, atau merah, maka ada kemungkinan bahwa tahi lalat adalah kanker kulit.
5. Ubah atau tambah jumlahnya
Bentuk tahi lalat yang normal biasanya tidak banyak berubah dan jumlahnya tidak bertambah ketika dewasa. Jika ada tahi lalat yang bertambah besar atau menurun, warnanya berubah, menebal, atau muncul pada usia lebih dari 40 tahun, kemungkinan tahi lalat itu adalah kanker kulit.
Perubahan lain yang juga harus diperhatikan adalah munculnya rasa gatal, nyeri, luka, dan keluarnya cairan seperti nanah atau darah dari tahi lalat.
Memiliki satu atau lebih tahi lalat dengan bentuk abnormal tentu bukan melanoma. Kadang-kadang tahi lalat ini bisa menjadi tahi lalat atipikal yang memiliki penampilan yang tidak biasa, tetapi bukan kanker.
Jika Anda menemukan tahi lalat yang terlihat tidak normal, Anda harus berkonsultasi dengan dokter kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain konsultasi dan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan biopsi untuk membantu memastikan diagnosis kanker kulit.
Jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker kulit, atau sering terkena sinar matahari, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kulit setiap bulan di seluruh tubuh. Perhatikan apakah ada tahi lalat yang memiliki bentuk dan ukuran yang tidak biasa, mulai dari kulit kepala hingga telapak kaki Anda. Jika perlu, minta bantuan keluarga Anda untuk memeriksa bagian-bagian tubuh Anda yang sulit dilihat, seperti kulit kepala.

Komentar
Posting Komentar