Inilah Gejala Penyakit Yang Muncul Saat Kita Depresi

Inilah Gejala Penyakit Yang Muncul Saat Kita Depresi

WESTERNBLOG.XYZ - Gangguan mental tidak hanya ditandai oleh perubahan perilaku dan pola pikir, tetapi juga keluhan fisik yang ditimbulkan. Salah satunya adalah gejala orang yang stres yang dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda kesehatan.

Stres adalah respons adaptif yang dihubungkan oleh karakteristik dan proses psikologis individu. Stres terjadi ketika seseorang berada di luar zona nyaman.

Ketika seseorang berada di luar zona nyaman, tubuh akan memberikan respons yang tidak biasa.

Berikut ini mengutip berbagai sumber, gejala kesehatan saat stres.

1. Sakit kepala
Salah satu gejala kesehatan diindikasikan dengan timbulnya rasa sakit di kepala. Selain di kepala, rasa sakit juga terasa di daerah leher.

Mengutip Healthline, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 200 pasien sakit kepala kronis, 45 persen mengalami stres.

Studi yang lebih besar menunjukkan intensitas stres dikaitkan dengan peningkatan frekuensi sakit kepala per bulan. Sakit kepala juga bisa dipicu oleh kurang tidur, konsumsi alkohol, dan dehidrasi.

2. Nyeri otot
Tanpa cedera atau benturan, rasa sakit pada otot dapat timbul karena stres. Sebuah penelitian mengatakan bahwa peningkatan hormon stres, alias kortisol, membuat otot-otot terluka.

Studi ini melihat perbandingan antara kelompok orang yang mengalami sakit punggung kronis dengan kelompok kontrol (tidak mengalami sakit punggung). Hasilnya, peneliti menemukan kadar hormon kortisol yang tinggi pada mereka yang mengalami sakit punggung.

Tidak hanya stres, ada faktor lain yang perlu diingat dan berkontribusi terhadap rasa sakit, yaitu usia tua, kecelakaan, postur tubuh yang buruk, dan kerusakan saraf.

3. Jerawat
Siapa bilang jerawat muncul hanya karena tidak menjaga kebersihan wajah? Tanda stres yang paling jelas dan terlihat adalah jerawat.

Satu studi mengamati jerawat pada 22 orang sebelum dan sesudah ujian. Meningkatnya stres akibat tes membuat jerawat lebih sulit daripada sebelum ujian.

Studi lain menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi dikaitkan dengan jerawat yang semakin parah, terutama pada anak laki-laki.

Ini disebabkan oleh kebiasaan menyentuh wajah yang biasanya dilakukan oleh orang yang mengalami stres. Saat memegang wajah, bakteri di tangan bergerak ke wajah untuk menyebabkan jerawat.

4. Tubuh kehilangan energi
Meski tidak terlihat, gejala stres dari kesehatan masyarakat terasa ketika tubuh kehilangan energi. Tubuh terasa lemas bahkan setelah makan atau bahkan tidak melakukan aktivitas yang cukup melelahkan.

Penelitian ini menyetujui hal ini. Peneliti menemukan perasaan lemah pada lebih dari 2.000 responden penelitian dikaitkan dengan peningkatan stres.

5. Masalah pencernaan
Stres juga mempengaruhi pencernaan, termasuk diare dan konstipasi atau konstipasi. Gangguan pencernaan lainnya seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau penyakit radang usus (IBD) juga dipengaruhi oleh stres. Gejalanya meliputi sakit perut, kembung, diare, dan sembelit.

Studi menunjukkan bahwa stres harian yang tinggi meningkatkan masalah pencernaan pada 181 wanita dengan IBS.

6. Berkeringat berlebihan
Gejala kesehatan orang yang stres dapat ditandai dengan keringat berlebih. Sebuah studi mengamati 20 orang dengan palmar hyperdrosis, suatu kondisi yang menyebabkan keringat berlebih di tangan. Stres disebut meningkatkan jumlah keringat pada responden.

Namun, stres bukan satu-satunya penyebab keringat berlebih. Keringat berlebihan juga dapat terjadi karena kecemasan, peningkatan suhu udara, kondisi kelenjar tiroid, dan pengobatan penyakit tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlalu Dekat Dengan Pasar, 15 Minimarket Modern Di Malang Akan Di Tutup Oleh Pemkot Malang

Cara Menghindari Konten Salinan dengan Baik dan Benar

112 TPS di Riau akan melakukan pengulangan Coblosan dan Lanjutan